Minggu, 18 Desember 2011

posisi pasien

Pengaturan Posisi Tubuh sesuai Kebutuhan Pasien

            Pengaturan posisi dalam mengatasi masalah kebutuhan mobilitas dapat disesuaikan dengan tingkat gangguan, seperti fowler, sim, trendelenburg, dorsal recumbent, lithotomic dan genu pectoral.

1.      Posisi fowler
A.    Definisi :
Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk dimana bagian kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan pasien.

B.     Indikasi :
1.    Pada saat pasien meminum obat dan makan

C.     Alat dan bahan :
a.       Tempat tidur khusus
b.      Selimut

D.    Cara kerja :
a.       Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
b.      Dudukkan pasien
c.       Berikan sandaran atau bantal pada tempat tidur pasien atau aturr tempat tidur.
d.      Untuk posisi semifowler (30-45˚) dan untuk fowler (90˚).
e.       Anjurkan pasien untuk tetam berbaring setengah duduk.

2.      Posisi sim
A.    Definisi :
Posisi sim adalah posisi miring ke kanan atau ke kiri, posisi ini dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat melalui anus (supositoria).

B.     Indikasi :
a.       Untuk pasien yang akan di huknah
b.      Untuk pasien yang akan diberikan obat melalui anus

C.     Alat dan bahan :
c.       Tempat tidur khusus
d.      Selimut


D.    Cara kerja :
a.       Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
b.      Pasien dalam keadaan berbaring, kemudian miringkan ke kiri dengan posisi badan setengan telungkup dan kaki kiri lurus lutut. Paha kanan ditekuk diarahkan ke dada.
c.       Tangan kiri diatas kepala atau dibelakang punggung dan tangan kanan diatas tempat tidur.
d.      Bila pasien miring ke kanan dengan posisi badan setengan telungkup dan kaki kanan lurus, lutut dan paha kiri ditekuk diarahakan ke dada.
e.       Tangan kanan diatas kepala atau dibelakang punggung dan tangan kiri diatas tempat tidur.

3.      Posisi trendelenburg
A.    Definisi :
Pada posisi ini pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak.

B.     Alat dan bahan :
a.       Tempat tidur khusus
b.      Selimut

C.     Cara kerja :
a.       Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
b.      Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, letakkan bantal diantara kepala dan ujung tempat tidur pasien dan berikan bantal dibawah lipatan lutut
c.       Berikan balok penopang pada bagian kaki tempat tidur atau atur tempat tidur khusus dengan meninggikan bagian kaki pasien.

4.      Posisi dorsal recumbent
A.    Definisi :
Pada posisi ini pasien berbaring terlentang dengan kedua lutut flexi (ditarik atau direnggangkan) diatas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa genetalia serta pada proses persalinan.

B.     Indikasi :
a.       Pasien yang akan melakukan perawatan dan pemeriksaan genetalia
b.      Untuk persalinan


C.     Alat dan bahan :
a.       Tempat tidur
b.      Selimut

D.    Cara kerja :
a.       Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
b.      Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, pakaian bawah dibuka
c.       Tekuk lutut, renggangkan paha, telapak kaki menghadap ke tempat tidur dan renggangkan kedua kaki
d.      Pasang selimut.

5.      Posisi Litotomi
A.    Definisi :
Posisi berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genitalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.

B.     Indikasi :
a.       Untuk ibu hamil
b.      Untuk persalinan
c.       Untuk wanita yang ingin memasang alat kontrasepsi

C.     Alat dan bahan :
a.       Tempat tidur khusus
b.      Selimut

D.    Cara kerja:
a.       Pasien dalam kcadaan berbaring telentang, kemudian angkat kedua paha dan tarik ke arah perut
b.      Tungkai bawah membentuk sudut 90 derajat terhadap paha
c.       Letakkan bagian lutut/kaki pada tempat tidur khusus untuk posisi lithotomic
d.      Pasang selimut

6.      Posisi Genu Pectoral
A.    Definisi :
Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk mcmc;riksa daerah rektum dan sigmoid.


B.     Indikasi :
a.       Untuk pasien yang mengalami gangguan pada daerah rectum dam sigmoid

C.     Alat dan bahan :
a.       Tempat tidur
b.      Selimut

D.    Cara kerja :
a.       Anjurkan pasien untuk posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada mencmpel pada kasur tempat tidur.
b.      Pasang selimut pada pasien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;